Latest News

sejarah desa tenganan pegringsingan village

Sejarah desa tenganan pegringsingan village merupakan salah satu desa tua yang ada di Kabupaten Karangasem. Desa seluas lebih kurang 900 hektar ini memiliki banyak keunikan yang tidak ada di desa lainnya di Bali. Salah satu keunikan yang melekat dengan Tenganan yakni perang pandan yang menjadi destinasi wisata yang menarik. Berbicara asal mula desa yang terkenal dengan tenun geringsingnya ini, tidak ada catatan sejarah tertulis yang menyebutkan kapan desa ini mulai terbentuk.

Menurut penekun spiritual asal Desa Tenganan, I Nyoman Sadra mengatakan, sumber tertulis tidak ditemukan lagi, kemungkinan sudah terbakar saat desa ini tertimpa musibah pada tahun 1842 silam. Ketika kebakaran itu terjadi, semua yang ada di kampung Tenganan ini terbakar, termasuk semua awig-awig maupun catatan lainnya.

Mata pencaharian peduduk desa Tenganan, umumnya sebagai petani padi. Sebagian kecil ada juga sebagai pengrajin. Kerajinan khas penduduk desa Tenganan antara lain adalah anyaman bambu, ukir – ukiran, lukisan diatas daun lontar serta kain tenun. Dari dulu penduduk desa Tenganan terkenal dengan keahliannya menenun kain Gringsing. Kain Gringsing tersebut dikerjakan dengan cara teknik dobel ikat. Teknik ini hanya satu – satunya di Indonesia, sehingga kain Gringsing hasil karya masyarakat Tenganan tersebut sangat terkenal ke seluruh dunia.

Penduduk desa tenganan memiliki tradisi yang sangat unik. Setiap tahun pada pertengahan bulan Juli digelar tradisi mageret pandan (perang pandan).Tradisi ini dilakukan untuk melatih mental dan fisik warga desa Tenganan pada saat acara perang pandan pertengahan bulan July, anda akan melihat banyak Bali photographer yang meliput acara ini.

Berikut adalah foto desa tenganan pegringsingan village



bagaimana cukup menarik bukan tradisi di desa tenganan pegringsingan village lihat juga tempat menarik lainnya di pulau bali

0 Response to "sejarah desa tenganan pegringsingan village"